kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.930   2,00   0,01%
  • IDX 6.128   9,02   0,15%
  • KOMPAS100 791   2,25   0,29%
  • LQ45 605   2,12   0,35%
  • ISSI 213   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   1,25   0,37%
  • IDXHIDIV20 431   1,17   0,27%
  • IDX80 90   0,28   0,31%
  • IDXV30 117   0,44   0,37%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Ada corona, Sri Mulyani proyeksi pertumbuhan ekonomi 4,5%-4,9% di kuartal I 2020


Rabu, 18 Maret 2020 / 18:05 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan usai penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama Koordinasi Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perlambatan aktivitas ekonomi global akibat wabahvirus corona atau Covid-19 dipastikan memukul prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama hanya akan berada dalam kisaran 4,5% hingga 4,9%.

Baca Juga: Corona masih mewabah, ekonom: Suku bunga acuan BI bisa turun 25 bps lagi

Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun lalu yang sebesar 5,07%.

“Jadi kalau kuartal satu, di sisa sekitar 20 hari terakhir ini di mana terjadi penurunan, mungkin diharapkan pertumbuhan (ekonomi) di 4,5% sampai 4,9%,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN KiTa, Rabu (18/3).

Sri Mulyani mengakui, awalnya pemerintah masih cukup optimistis ekonomi bisa tumbuh setidaknya 4,9% pada kuartal pertama ini.

Namun, seiring dengan meluasnya wabah Covid-19 dan respons yang perlu dilakukan untuk meredamnya yaitu dengan imbauan beraktivitas dari rumah dan social distancing, pertumbuhan ekonomi pun diprediksi makin sulit meningkat.

Baca Juga: Bukan lagi prediksi, ekonom sebut resesi global akibat corona sudah mulai terjadi




TERBARU

[X]
×