kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

2017, Kemtan minta anggaran Rp 29,29 triliun


Senin, 13 Juni 2016 / 14:46 WIB
2017, Kemtan minta anggaran Rp 29,29 triliun


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Kementerian Pertanian (Kemtan) meminta agar anggaran tahun 2017 nanti ditambah Rp 3,3 triliun dari pagu indikatif saat ini yang hanya mencapai Rp 25,99 triliun. Amran Sulaiman, Menteri Pertanian mengatakan, anggaran tersebut diminta untuk mendanai beberapa kegiatan.

Pertama, perbaikan statistik pertanian. Kedua, pengembangan aneka jenis tanaman seperti; cabai, bawang merah, jeruk. Ketiga, mengendalikan penyebaran organisme pengganggu tanaman.

Tambahan anggaran juga diajukan untuk membiayai program cetak sawah dan asuransi tani. "Selain itu juga untuk meningkatkan mutu produk hortikultura," kata Amran tanpa merinci kebutuhan tersebut di Jakarta (13/6).

Kemtan pada pagu indikatif 2017 mendapatkan alokasi anggaran Rp 25,99 triliun. Amran mengatakan, anggaran tersebut salah satunya akan digunakan untuk menggenjot produksi pangan.

Amran mengatakan, dengan anggaran tersebut pihaknya berharap target sebelas komoditas strategis bisa digenjot sesuai target. "Padi targetnya 78,9 juta ton, jagung 33,4 juta ton, kedelai 1,88 juta ton, daging sapi kerbau 0,64 juta ton, cabai 2,16 juta ton, bawang merah 1,33 juta ton," katanya.

Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi IV mengatakan secara prinsip pihaknya tidak mempermasalahkan permohonan anggaran yang diajukan Kementerian Pertanian. Herman minta anggaran tersebut dialokasikan secara tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×