kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

YLKI: Tren Tingkat Pengaduan Konsumen Masih Rendah


Jumat, 07 Januari 2022 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Tendi Mahadi

“Kita minta agar pemerintah dan DPR segera mempercepat UU PDP dan juga perlunya penguatan pengawasan, market control oleh regulator misalnya OJK untuk masalah finansial, dan juga satgas investasi,” kata Tulus.

Penguatan literasi digital juga dinilai menjadi kunci, apabila bicara soal ekonomi digital.

“Tetapi kemudian literasi digital masyarakat kedodoran, ini menjadi bom waktu bagi kita, dan ini PR bagi pemerintah dan kita semua agar kita tidak terombang-ambing ekonomi digital,” terangnya.

Dalam perbincangan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa fenomena pengaduan ini adalah gunung es, di mana satu pengaduan bisa mewakili 1.000 masyarakat. “Jadi kalau dengan 535 aduan, potensi dirugikan sebanyak 535 ribu,” pungkas Tulus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×