kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Wamenkeu Suahasil Ungkap Peran Swasta Jadi Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi


Minggu, 25 Januari 2026 / 17:28 WIB
Wamenkeu Suahasil Ungkap Peran Swasta Jadi Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi
ILUSTRASI. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan peran APBN terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif terbatas.(Dok/Kemenkeu)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa peran APBN terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif terbatas. Kontribusi APBN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hanya sekitar 14%, sehingga dorongan pertumbuhan ekonomi ke level 6% hingga 8% sangat bergantung pada peran sektor swasta.

Suahasil menjelaskan, dari total PDB Indonesia yang berada di kisaran Rp 24.000 triliun, besaran APBN hanya mencapai sekitar Rp 3.800 triliun. Sementara itu, sekitar 85% aktivitas ekonomi nasional ditopang oleh sektor swasta dan masyarakat melalui konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, serta aktivitas ekspor dan impor.

“Kami mendorong pertumbuhan, menjaga pemerataan, dan memperbaiki alokasi. Sektor swasta menciptakan kegiatan ekonomi, menyalurkan investasi, menciptakan kegiatan ekonomi, serap tenaga kerja, dan tingkatkan pendapatan dari para pekerja,” ujar Suahasil dikutip Minggu (25/1/2026).

Baca Juga: Kebijakan Blokir Layanan Publik Dinilai Hanya Berdampak pada Kelas Menengah Bawah

Menurutnya, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama. Pemerintah berperan menciptakan stabilitas dan iklim usaha yang kondusif, sementara dunia usaha diharapkan terus mendorong investasi dan ekspansi bisnis.

Guna memastikan sektor swasta tetap ekspansif, pemerintah juga menjalankan fungsi stabilisasi APBN, salah satunya melalui dukungan likuiditas perbankan. Suahasil menyebut, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 205 triliun di perbankan untuk membantu menurunkan cost of fund dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga inflasi tetap terkendali dan memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menyusun perencanaan bisnis, sehingga mendorong peningkatan investasi dan ekspansi usaha.

Baca Juga: Ditjen Pajak Luruskan Isu Cashback dan Promo Muncul di Sistem Coretax

Ia pun mengajak para pimpinan keuangan perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun perekonomian nasional. Ia juga berharap pemerintah dan swasta bisa bekerja bersama membangun Indonesia yang lebih baik ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×