kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Upah terus naik, Apindo: Wilayah luar jawa masih lebih kompetitif


Rabu, 14 November 2018 / 19:14 WIB
ILUSTRASI. Buruh Tolak Upah Murah


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Besaran upah minimun kabupaten/kota (UMK) yang terus mendaki semakin memberatkan para pengusaha. Berbagai upaya dilakukan dalam menekan beban upah di antaranya dengan efisiensi.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Harijanto menilai, wilayah luar pulau jawa dilihatnya masih cukup kompetitif apabila dibandingkan pulau jawa yang saat ini besaran upahnya terus mengalami kenaikan.

Namun, pihaknya masih belum bisa merinci wilayah mana saja yang terhitung potensial bagi pengusaha dan menawarkan UMK tidak tinggi. Hal ini dikarenakan masih menunggu keputusan dari penetapan hasil UMK pada 21 November 2018 nanti.

Sementara itu, salah satu opsi dalam menekan beban upah dengan memindahkan pabrik ke daerah lain bukan menjadi solusi. Pasalnya, tidak seluruh industri dapat dengan mudah memindahkan lokasi pabrik. "Tidak mungkin dan tidak semudah itu, paling opsinya mengurangi karyawan dan efisiensi," kata Harijanto kepada Kontan.co.id, Rabu (14/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×