kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Tunggu BBM, ekonomi Indonesia dalam status quo


Kamis, 13 November 2014 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. Hari Lahir Pancasila 2023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis (13/11) memutuskan untuk mempertahankan BI rate atawa suku bunga sebesar 7,5%. Keputusan BI mempertahankan suku bunga salah satunya adalah sebagai langkah kewaspadaan BI bila pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Kepala Ekonom Bank Tabungan Negara (BTN) Agustinus Prasetyantoko berpendapat, situasi ekonomi Indonesia sekarang ini masih status quo alias tidak ada perubahan signifikan. Hanya saja dalam soal inflasi, BI melihat adanya ekspektasi yang tinggi sehingga perlu dijaga.

Ekspektasi yang tinggi ini sebagai akibat rencana kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM yang ditunda terus menerus akan menimbulkan ekspektasi yang tinggi dan ini akan menjadi masalah.

Dirinya menilai, harga BBM akan naik Rp 2.000/liter tahun ini. Kenaikan inilah yang diantisipasi BI karena akan menyebabkan inflasi hingga akhir tahun sebesar 7%-7,5%. "Kalau naik Rp 2.000/liter, maka BI tidak perlu menaikkan suku bunganya," ujar Prasetyantoko ketika dihubungi KONTAN, Kamis (13/11).

Di sisi lain Ekonom Standard Chartered Eric Sugandi menilai, akan ada kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun ini. Menurut Eric, kenaikan ini tidak bisa dihindari karena pemerintah akan menaikkan harga BBM yang diperkirakan mencapai Rp 2.500/liter. 

Inflasi yang timbul apabila kenaikan Rp 2.500/liter adalah 8% hingga akhir tahun. Inflasi akibat putaran kedua kenaikan BBM perlu diwaspadai.

Sementara itu dirinya juga memperkirakan suku bunga akan naik lagi pada semester dua tahun depan karena kenaikan suku bunga Amerika. "Kenaikan ini perlu dilakukan untuk menjaga rupiah," papar Eric. Dirinya perkirakan rupiah pada tahun depan akan berada pada level 11.900, sedangkan tahun ini pada akhir tahun berada pada level 12.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×