kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Indonesia, Begini Respons ALFI


Kamis, 03 April 2025 / 17:12 WIB
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Indonesia, Begini Respons ALFI
Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Hanafi


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menetapkan tarif timbal balik (resiprokal) ke sejumlah negara mitra dagangnya termasuk Indonesia.

Ketua Umum ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan tarif timbal balik yang dikenakan AS, diharapkan bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk berbagai kemudahan.

“Pemerintah perlu bertindak segera dalam memanfaatkan peluang momentum ini untuk memperkuat aspek kemudahan berusaha baik perizinan, kemudahan logistik dan infrastruktur bahkan menghadirkan iklim usaha yang kondusif termasuk memberantas pungli,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (3/4).

Baca Juga: Trump Kerek Tarif Impor Aluminium dan Baja Jadi 25%, Berlaku Mulai 4 Maret 2025

Dengan begitu, lanjut Yukki, Indonesia bisa menangkap peluang dari relokasi usaha dari negara-negara yang dikenakan tarif lebih tinggi seperti Vietnam, Laos, Kamboja serta Thailand.

Dia tak memungkiri, meskipun neraca perdagangan Indonesia ke AS menunjukkan surplus, namun sentimen terhadap dampak perang dagang akan memengaruhi persepsi para pelaku usaha dan ekonomi nasional.

“Pemerintah juga harus melihat dampak dari produk ekspor China ke AS yang nantinya akan mencari pasar-pasar baru, termasuk ke Indonesia, sehingga nantinya dapat menyebabkan banjirnya impor produk dari China dengan harga yang jauh lebih kompetitif membanjiri Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut, Yukki menegaskan, ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memanfaatkan kebijakan AS tersebut. Menurutnya, dengan tingginya tarif AS ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, bakal berdampak pada bergesernya rantai pasok salah satunya Vietnam yang terkena tarif paling tinggi dari AS.

Baca Juga: Kebijakan Parkir DHE SDA Jadi Alasan Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Indonesia

“Jika dilihat secara struktur komoditas ekspor Vietnam ke AS, maka kenaikan tarif komoditas akan meningkat bagi ekspor produk elektronik, tekstil dan footwear, serta furnitur, di mana ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjadi supply-chain hub yang jauh lebih efisien,” tandasnya.

Untuk diketahui, Trump resmi menaikkan tarif timbal balik ke sejumlah negara mitra dagang. Rinciannya, China sebesar 34%, Uni Eropa 20%, Kamboja 49%, Vietnam 46%, Sri Lanka 44%, Bangladesh 37%, Thailand 36%, Taiwan 32% serta Indonesia sebesar 32%.

Selanjutnya: Dolar Singapura Mampu Bertahan Di Tengah Tekanan Mata Uang Asia

Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×