kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Tren Penanaman Modal Asing (PMA) Tetap Moncer Meski Ada Pemilu 2024


Jumat, 08 Desember 2023 / 08:00 WIB
Tren Penanaman Modal Asing (PMA) Tetap Moncer Meski Ada Pemilu 2024
ILUSTRASI. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual optimistis tren penanaman modal asing (PMA) tetap moncer di Tahun Politik


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 makin dekat. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual optimistis tren penanaman modal asing (PMA) tetap moncer. 

Bila menilik pola musiman, memang biasanya jelang pesta rakyat para investor akan menahan ekspansinya. Ini sehubungan dengan arah politik yang masih belum pasti.

“Jelang Pemilu, PMA masih kuat. Sejauh ini masih positif di kuartal IV-2023,” tegas David kepada Kontan.co.id, Selasa (5/12). 

Baca Juga: Bahlil Optimistis Investasi Asing di Indonesia Tetap Moncer di Tahun Politik

David mengungkapkan, tren PMA yang masih baik juga sehubungan dengan kontrak yang sudah diteken oleh para penanam modal asing. 

“Horison PMA lebih panjang dari lima tahun. Sehingga, seharusnya tetap tumbuh baik,” tambah David. 

Pada tahun depan pun David optismitis tren PMA tetap tumbuh positif. Salah satunya, didorong oleh arah politik yang lebih jelas. 

Baca Juga: Indef Proyeksikan Tingkat Pengangguran Terbuka Sedikit Menurun Jadi 5,1% di 2024

Namun, David mengimbau pemerintah untuk terus mengusahakan infrastruktur yang mumpuni, birokrasi yang tak berbelit, kepastian hukum, dan ketersediaan tenaga kerja yang terampil. 

Selain itu, untuk menarik dana asing untuk masuk, Indonesia juga perlu memperkuat kerja sama investasi dengan negara non tradisional. 

“Indonesia bisa memperkuat kerja sama dengan TImur Tengah, negara-negara di Skandinavia, juga Asia Tengah,” tandas David. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×