Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi berjalan kembali defisit pada kuartal IV 2025 sebesar US$ 2,5 miliar atau 0,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini berbalik dari kuartal III 2025 yang mencatat surplus US$ 4,0 miliar atau 1,1% dari PDB.
Defisit transaksi berjalan ini turut menekan surplus Neraca Pembayaran Indonesia secara tahunan dari US$ 7,9 miliar pada Kuartal IV 2024, menyusut menjadi US$ 6,1 miliar pada Kuartal IV-2025.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, meski neraca perdagangan nonmigas tetap mencatatkan surplus.
Baca Juga: Begini Rincian Perjanjian Perdagangan AS-RI, Ada Investasi Sebesar US$ 33 Miliar
Menurutnya, surplus neraca perdagangan nonmigas masih terjaga, namun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas.
Di sisi lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik yang mendorong kebutuhan impor energi.
Defisit neraca jasa juga melebar akibat penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada kuartal IV 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Selain itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen pada akhir tahun.
Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder tercatat meningkat berkat kenaikan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang turut menahan tekanan pada transaksi berjalan.
Di sisi lain, di tengah defisit transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial justru mencatat surplus sebesar US$ 8,3 miliar pada kuartal IV 2025. Capaian ini berbalik dari defisit US$ 8,0 miliar pada kuartal III 2025.
Investasi langsung tetap mencatat surplus, mencerminkan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia.
Baca Juga: BI: Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Surplus US$ 6,1 Miliar di Kuartal IV-2025
Investasi portofolio juga mencatat surplus didorong meningkatnya aliran masuk modal asing seiring imbal hasil investasi domestik yang tetap menarik. Investasi lainnya turut surplus, terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri.
Dengan perkembangan tersebut, tekanan pada transaksi berjalan di akhir 2025 tetap dapat diredam oleh kuatnya aliran masuk pada transaksi modal dan finansial.
Ke depan Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal.
"Kinerja NPI 2026 diperkirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB," ungkap Denny dalam keterangannya, Jumat (20/22/2026).
Selanjutnya: KPK Ungkap Alasan Belum Jerat Biro Travel Dalam Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 20-22 Februari 2026, Nata De Coco-Ikan Shisamo Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)