Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengungkapkan, titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus bertambah.
"Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya, di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah relatif menurun," kata Berton, dalam konferensi pers secara daring, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Survei Poltracking: Kepercayaan ke Prabowo-Gibran Masih 63,2%
Berton menuturkan, penambahan titik api di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, menyebabkan jarak pandang hanya 1-2 kilometer.
"Kalau kita perhatikan data dari titik api, di ketiga provinsi ini, kita temukan adanya kenaikan titik api dan jarak pandang pun kurang lebih 1 sampai 2 kilometer," ujar dia.
Sedangkan di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi, titik api relatif menurun, sedangkan titik panas terjadi peningkatan di Sumatera Selatan.
"Dari yang sebelumnya 209 titik api, kini bertambah menjadi 1.013. Sementara di Riau maupun di Jambi titik panas berkurang secara signifikan," ucap dia.
Jarak pandang pun bervariasi, antara 4 sampai 5 kilometer di Riau dan Sumatera Selatan, sedangkan di Jambi sekitar 7 kilometer.
Berton juga menyampaikan laporan polutan di wilayah terdampak yang dilaporkan BMKG.
Baca Juga: Festival AHU Perdalam Edukasi Layanan dari Fidusia hingga Kewarganegaraan
"Prediksi hari ini maupun besok, kita lihat di Kalimantan Barat, Tengah, maupun Selatan relatif sangat pekat. Ini menandakan bahwa jumlah asap sangat tebal di daerah-daerah tersebut," kata Berton.
BNPB telah mengerahkan 53 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
"Armada udara kita saat ini ada 53 unit, di mana 19 di antaranya melakukan kegiatan patroli maupun operasi TMC, 34 unit untuk membantu operasi pengeboman air melalui helikopter water bombing," ucap dia.
Dia memastikan, pemerintah terus memadukan operasi udara dan darat untuk mempercepat pengendalian Karhutla di sejumlah wilayah yang masih mengalami peningkatan aktivitas kebakaran.
"Ini menjadi langkah yang serius bagi tim pemerintah untuk mengendalikan Karhutla," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














