kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.842   24,00   0,14%
  • IDX 8.920   -5,70   -0,06%
  • KOMPAS100 1.227   0,02   0,00%
  • LQ45 866   -1,23   -0,14%
  • ISSI 324   0,56   0,17%
  • IDX30 439   -1,37   -0,31%
  • IDXHIDIV20 517   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   0,01   0,01%
  • IDXV30 144   0,02   0,01%
  • IDXQ30 141   -0,77   -0,54%

Terungkap! Cadangan Devisa Naik Signifikan, Rupiah Stagnan di Akhir 2025


Kamis, 08 Januari 2026 / 18:47 WIB
Terungkap! Cadangan Devisa Naik Signifikan, Rupiah Stagnan di Akhir 2025
ILUSTRASI. cadangan devisa Indonesia pada 2026 berpotensi meningkat menjadi US$ 160,1 miliar.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan, kenaikan cadangan devisa Indonesia terjadi secara signifikan pada akhir 2025 didorong oleh masuknya aliran dana dari penerbitan global bonds pemerintah, penerimaan bea masuk dan bea keluar dari aktivitas ekspor-impor, serta dampak surplus neraca perdagangan.

Selain itu, Myrdal menyebut, adanya aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan domestik, baik di pasar saham maupun pasar obligasi negara, khususnya di pasar sekunder surat utang pemerintah.

“Posisi cadangan devisa kita naik signifikan karena ada flow dari hasil penerbitan global bonds pemerintah, lalu juga dari bea masuk dan bea keluar aktivitas ekspor-impor, ditambah lagi dampak dari trade surplus. Kelihatannya juga ada aliran dana ke pasar saham dan obligasi pemerintah di pasar sekunder,” ujar Myrdal kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Cadangan Devisa RI Melonjak Akhir Tahun, Jadi US$ 156,5 Miliar Pada Desember 2025

Namun demikian, Myrdal menilai kenaikan cadangan devisa tersebut terlihat kontradiktif dengan kondisi nilai tukar rupiah yang masih relatif melemah pada Desember 2025. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menahan penguatan rupiah meskipun cadangan devisa meningkat.

Ia menjelaskan, devisa hasil ekspor (DHE), terutama dari sektor sumber daya alam nonmigas, belum sepenuhnya masuk ke dalam negeri. Di sisi lain, terdapat peningkatan kebutuhan valuta asing untuk pembayaran impor di akhir tahun serta kebutuhan awal tahun 2026, termasuk pembayaran utang luar negeri.

“Ini yang membuat pada saat cadangan devisa meningkat, tapi di sisi lain rupiah justru belum menguat terhadap dolar AS,” jelasnya.

Untuk proyeksi nilai tukar rupiah pada 2026, Myrdal memperkirakan rata-rata rupiah masih berada di level yang relatif stabil. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah tahun 2026 berada di kisaran Rp 16.547 per dolar AS.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya level resistensi di kisaran Rp 16.900 per dolar AS, terutama jika kondisi global kurang kondusif dan tekanan terhadap realisasi devisa hasil ekspor masih berlanjut.

Baca Juga: PIER Memproyeksikan Cadangan Devisa RI 2026 Menyempit dari Posisi Akhir 2025

“Tekanan terhadap realisasi DHE ini masih belum kelihatan dampaknya, padahal neraca perdagangan kita surplus,” imbuhnya.

Adapun untuk cadangan devisa, Myrdal memperkirakan posisi cadangan devisa Indonesia pada 2026 berpotensi meningkat hingga sekitar US$ 160,1 miliar.

Selanjutnya: Ekonomi Diprediksi Lebih Berat, Kejar Pajak Melampaui Potensi Ekonomi Bisa Jadi Beban

Menarik Dibaca: 10 Pilihan Jus Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Layak Dicoba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×