Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memprediksi posisi cadangan devisa Indonesia (cadev) pada Desember akan meningkat dibandingkan posisi November sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 150,1 miliar.
David menilai, meskipun surplus neraca perdagangan mengalami penyusutan secara tahunan (year on year/yoy) pada November menjadi US$ 2,66 miliar, dan Bank Indonesia (BI) masih perlu melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, terdapat sejumlah faktor yang menopang kenaikan cadangan devisa.
“Surplus dagang memang menyusut dan ada kebutuhan intervensi BI untuk stabilitas rupiah. Namun di sisi lain masih terdapat capital inflow dari instrumen portofolio seperti saham, Surat Utang Negara (SUN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” ujar David kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Cadev RI Diprediksi US$ 150 Miliar–US$ 155 Miliar pada Awal 2026, Ini Pendukungnya
Selain itu, David menyebutkan bahwa faktor musiman di akhir tahun turut berkontribusi terhadap peningkatan cadangan devisa. Pada periode tersebut, eksportir umumnya melakukan repatriasi devisa hasil ekspor untuk memenuhi kewajiban pembayaran royalti sumber daya alam.
Dengan adanya aliran modal asing dan repatriasi devisa tersebut, David memprediksi posisi cadangan devisa Indonesia pada Desember tetap terjaga dan berpotensi meningkat, sehingga dapat mendukung ketahanan eksternal serta stabilitas nilai tukar rupiah.
Selanjutnya: Industri Tembakau Madura Minta Pembinaan Pemerintah di Tengah Tekanan Produksi
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 8 Januari 2026, Kerja Cerdas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













