kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.796   -34,00   -0,20%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Tawarkan pinjaman siaga, utusan Jepang ke Istana


Jumat, 10 Juli 2015 / 18:15 WIB
Tawarkan pinjaman siaga, utusan Jepang ke Istana


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat tawaran pinjaman dari pemerintah Jepang. Pinjaman ini bersifat dana siaga untuk keperluan proyek infrastruktur.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, kapan pun Indonesia mau menggunakan dana tersebut, bisa langsung memintanya ke Jepang. Tawaran ini menurutnya cukup menggiurkan, karena berbunga rendah.

"Bentuk pinjamannya bisa digunakan segera, jika pemerintah membutuhkan," kata Sofyan, Jumat (10/7) di Istana Negara, Jakarta.

Hanya saja, Sofyan tidak menyebutkan berapa nilai pinjaman yang ditawarkan. Sebab, pinjaman itu nantinya disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah.

Tawarkan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan khusus Perdana Menteri Jepang yang berkunjung ke Istana hari ini. Selain bertemu dengan Jokowi, utusan yang bernama Hiroto Izumi itu juga menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam kesempatan yang berbeda.

Terkait tawaran dana pinjaman itu, ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam, menarik untuk dipertimbangkan. Apalagi, jika cost of funding-nya cukup rendah.

Namun, sebaiknya pemerintah fokus pada proyek yang sudah direncanakan. Agar proyek-proyek tersebut bisa segera terealisasi. Karena hal ini terkait dengan penyerapan anggaran yang saat ini masih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×