kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Targetkan 17,6 Juta Kunjungan Wisman di 2026, Kontribusi ke PDB Tembus 4,7%


Senin, 12 Januari 2026 / 21:18 WIB
Targetkan 17,6 Juta Kunjungan Wisman di 2026, Kontribusi ke PDB Tembus 4,7%
ILUSTRASI. Target kunjungan wisatawan di Banten (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan pada 2026. Dari capaian tersebut, potensi pendapatan devisa diperkirakan mencapai Rp 22 miliar hingga Rp 24,7 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target kunjungan wisman tersebut diproyeksikan dapat mendorong kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ke kisaran 4,5% hingga 4,7%.

“Memasuki tahun 2026, sesuai dengan yang disampaikan Ibu Menteri Pariwisata, target akhir tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan wisman ini sudah tercapai. Di tahun 2026 targetnya sebesar 16–17,6 juta kunjungan, dengan pendapatan devisa diperkirakan antara Rp22 sampai Rp24,7 miliar dan kontribusinya terhadap PDB bisa naik menjadi 4,5 sampai 4,7 persen,” ujar Airlangga dikutip dari siaran pers, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Batas Defisit APBD 2026 Ditekan Jadi 2,5%, Belanja Daerah Berpotensi Terpangkas

Airlangga menambahkan, sektor pariwisata menunjukkan tren pemulihan yang kuat. Hingga kuartal III-2025, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB tercatat mencapai 3,96%. Pada periode yang sama, devisa pariwisata mencapai US$ 13,82 miliar dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 25,91 juta orang.

Sementara itu, hingga November 2025 jumlah total kunjungan wisman tercatat sebesar 13,98 juta kunjungan. Pada kuartal III-2025, rata-rata pengeluaran wisman per kedatangan (average spending per arrival) mencapai US$ 1.259. Kunjungan wisman terbesar berasal dari Malaysia sebesar 17,3%, disusul Australia 11,3%, Singapura 10,5%, dan China 8,8%.

Dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut, pemerintah juga menyepakati sejumlah pilar utama untuk memperkuat sektor pariwisata ke depan. Salah satunya adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, termasuk mendorong konektivitas antarbandara yang sudah ada dengan bandara baru, serta penguatan sinergi program antara pemerintah pusat dan daerah di destinasi prioritas.

Selain itu, pemerintah akan melakukan penyederhanaan akses masuk wisatawan melalui evaluasi kebijakan visa kunjungan wisman. Transformasi tata kelola dan digitalisasi juga menjadi fokus, antara lain melalui perbaikan ekosistem penyelenggaraan event di daerah dengan perizinan terintegrasi serta penguatan standar keselamatan melalui asuransi pariwisata.

Di sisi penguatan sumber daya manusia dan pembiayaan, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing tenaga kerja pariwisata melalui program upskilling dengan sasaran 400.000 orang per tahun. 

Pemerintah juga akan memastikan keberlanjutan fiskal sektor pariwisata melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak berupa PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi tenaga kerja pariwisata pada 2025–2026.

Baca Juga: 126.000 SPT Masuk Coretax: Kenapa Wajib Pajak Lain Masih Menunggu? Ikuti Cara Berikut

“Menjelang Hari Raya Lebaran, kita juga diminta mempersiapkan berbagai program, seperti diskon tiket transportasi, diskon belanja, dan program lain yang sudah dilaksanakan pada periode Lebaran sebelumnya. Fasilitas visa juga akan dibahas lebih lanjut untuk dilaporkan kepada Bapak Presiden,” kata Airlangga.

Ia menegaskan, dengan melihat capaian sektor pariwisata pada 2025, seluruh kementerian dan lembaga yang hadir dalam rapat tersebut optimistis target pariwisata 2026 dapat tercapai.

Rapat Koordinasi Kepariwisataan itu turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Menteri Pariwisata, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Perhubungan, serta Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian.

Selanjutnya: OJK Terbitkan POJK Nomor 33 Tahun 2025 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan PPDP

Menarik Dibaca: 5 Efek Negatif Makanan Tinggi Gula untuk Kulit, Bikin Cepat Tua dan Jerawatan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×