Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar workshop penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis sistem merit.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Tamarin pada Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Maju Seleksi Bos OJK, Friderica Widyasari Dewi Ungkap Alasannya
Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah hadir dan berbagi pemahaman terkait penguatan sistem merit dalam manajemen ASN.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BSKDN.
“Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BSKDN melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis merit sistem,” ujarnya melalui keterangan yang diterima.
Noudy menjelaskan, di era birokrasi modern saat ini, penguatan manajemen talenta ASN menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, kompeten, dan berdaya saing.
Hal ini juga sejalan dengan amanat reformasi birokrasi yang telah berjalan sejak era reformasi 1998.
Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Tunda Pemberangkatan Haji Jika Konflik Timteng Terus Memanas
Menurutnya, penerapan manajemen talenta diperlukan untuk memastikan setiap ASN yang memiliki potensi dan kompetensi terbaik dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal guna mengisi posisi strategis di dalam organisasi.
“Setiap ASN memiliki potensi dan kompetensi terbaik yang kemudian dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam organisasi. Itu letak pentingnya dari manajemen talenta,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Noudy juga mengungkapkan bahwa kualitas sumber daya manusia di lingkungan BSKDN selama ini menunjukkan capaian yang membanggakan.
Hal itu tercermin dari berbagai prestasi yang diraih ASN BSKDN dalam sejumlah kegiatan pengembangan kompetensi dan pendidikan kedinasan.
“Tim dari BSKDN menunjukkan berbagai prestasi dari peringkat pertama maupun peringkat kedua. Ini menunjukkan bahwa kualitas SDM yang ada di BSKDN sangat mumpuni,” ungkapnya.
Baca Juga: Kemenlu: 22 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran dan Tiba di Tanah Air
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi merupakan hak sekaligus kebutuhan bagi ASN dalam menghadapi dinamika birokrasi yang semakin kompleks.
Karena itu, setiap kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari pengembangan diri.
“Jadi saya berharap workshop manajemen talenta saat ini memberikan semangat bagi kita semua ASN di lingkungan BSKDN untuk menggali dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Kedeputian Bidang SDM Aparatur dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Junaidi Sinaga, menjelaskan bahwa sistem merit menjadi fondasi penting dalam pengelolaan ASN yang profesional dan berintegritas.
Hal ini sejalan dengan grand design manajemen ASN 2025–2045 dan agenda reformasi birokrasi menuju world class bureaucracy 2045.
“Tentu di sana tujuannya adalah bagaimana menghadirkan ASN yang berintegritas, adaptif, dan kompeten untuk mencapai tujuan bersama tersebut,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













