kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Surat edaran Dahlan soal outsourcing tidak tegas


Selasa, 26 November 2013 / 12:56 WIB
Surat edaran Dahlan soal outsourcing tidak tegas
ILUSTRASI. Kulit pisang menyimpan manfaat baik untuk kesehatan.


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka mengatakan bahwa surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada perusahaan-perusahaan BUMN, tidak ada upaya untuk menghapuskan sistem outsourcing di lingkungan BUMN.

"Surat edaran tidak jelas, poin-poinnya dilarikan lagi kepada mekanisme korporasi, padahal aturan ketenagakerjaan itu berlaku," katanya di Gedung DPR (26/11).

Politisi dari PDI Perjuangan ini juga mengeluhkan kenapa Dahlan tidak membedakan sektor pekerjaan inti di dalam BUMN dalam surat edaran tersebut.

"Orang-orang yang bekerja itu kebanyakan ada pada core bisnis, bagian IT yang pekerjaan terus menerus ini bukan hanya tidak boleh direkrut oleh vendor (perusahaan penyedia jasa tenaga kerja), tapi harus jadi karyawan tetap," imbuhnya.

"Harusnya BUMN jadi contoh bagi perusahaan swasta, bagaimana mau kasih contoh yang bener," tandasnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan telah mengeluarkan Surat Edaran bernomor SE-06/MBU/2013 tentang penataan tenaga kerja outsourcing dilingkungan BUMN. Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan bahwa Direksi BUMN diminta untuk mencermati masalah outsourcing dan penyelesaian PHK pada masing-masing BUMN agar diproses sesuai mekanisme korporasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×