kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.993   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Studi banding DPR hanyalah jalan-jalan


Selasa, 10 Mei 2011 / 22:06 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia Sebastian Salang mengatakan kecenderungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan studi banding ke luar negeri hanyalah akal-akalan. "Sebenarnya studi banding itu tidak ada, yang ada hanya jalan-jalan," ujar Sebastian kepada KONTAN, Selasa (10/9).

Menurut Sebastian, saat ini, DPR itu sudah tidak peduli lagi dengan seruan masyarakat. Pasalnya, tidak ada sanksi bagi mereka bila melakukan penyelewengan dari tugas studi banding ke luar negeri. "Sekarang DPR bertindak sesuka hati mereka, karena DPR punya kuasa," imbuh Sebastian.

Sebagai solusinya, Sebastian bilang, hanyalah amarah masyarakat Indonesia. "Kita tunggu saja amarah masyarakat saja, terhadap perilaku DPR ini," tegas Sebastian. Sebab, sampai saat ini tidak ada aturan yang dapat menghukum DPR yang menyeleweng dari tugas. Apalagi tugas studi banding yang tidak jelas arahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×