Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah terus memacu daya saing Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai magnet investasi strategis, terutama untuk sektor industri teknologi tinggi (high tech). Setidaknya, pada tahun 2025 pemerintah membidik total investasi masuk ke KEK mencapai Rp 43 triliun.
Kepala Bagian Pengelolaan Informasi Sekretariat Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko, mengungkapkan bahwa pengembangan KEK saat ini difokuskan pada penguatan ekosistem berusaha. Hal ini mencakup penyederhanaan perizinan hingga pemberian insentif fiskal dan non-fiskal bagi para investor.
"Upaya pengembangan KEK meliputi peningkatan daya saing kawasan, khususnya melalui pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas, serta sarana prasarana di dalam kawasan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Harmonisasi KEK dan FTZ Jadi Kunci Menjaga Daya Tarik Tanjung Sauh bagi Investor
Bambang menjelaskan, pemerintah saat ini memiliki empat KEK prioritas nasional yang menjadi tumpuan utama penyerapan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Keempatnya adalah KEK Arun Lhokseumawe, KEK Sei Mangkei, KEK Galang Batang, dan KEK Gresik.
Target investasi sebesar Rp 43 triliun pada tahun 2025 merupakan bagian dari peta jalan jangka menengah dalam RPJMN 2025–2029. Bambang menyebut, hingga Triwulan III 2025, progres realisasi investasi sudah menunjukkan tren yang cukup positif.
"Capaian hingga Triwulan III 2025 telah menunjukkan progres cukup baik. Target investasi tersebut diharapkan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya sejalan dengan penguatan daya tarik kawasan," imbuhnya.
Baca Juga: Pemerintah Klaim Peran KEK Batang dan Kendal Jadi Penggerak Ekonomi di Daerah
Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada fasilitasi tenaga kerja dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah ini diambil untuk memastikan kawasan siap menampung industri pengolahan dan hilirisasi yang membutuhkan keahlian tinggi.
Secara kumulatif hingga tahun 2029, lanjut Bambang, Sekretariat Dewan Nasional KEK berharap mampu mendorong masuknya lebih banyak investor strategis.
"Tujuannya agar secara kumulatif mampu mendorong masuknya investor strategis di sektor industri pengolahan dan hilirisasi," pungkas Bambang.
Selanjutnya: Wijaya Karya (WIKA) Bukukan Kontrak Baru Rp 17,43 Triliun Sepanjang 2025
Menarik Dibaca: Promo Holland Bakery Diskon Spesial 20% untuk Menu Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













