Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah terus memacu peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak transformasi ekonomi nasional. Di awal tahun 2026, seluruh kawasan tengah melakukan pengembangan dengan fokus utama pada penguatan hilirisasi industri.
Kepala Bagian Pengelolaan Informasi Sekretariat Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko menjelaskan, saat ini terdapat 25 KEK di Indonesia yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, energi, hingga teknologi digital.
Dia bilang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menetapkan arah kebijakan KEK yang lebih terintegrasi. Setidaknya, ada empat KEK yang ditetapkan sebagai prioritas nasional karena peran strategisnya dalam rantai pasok global.
“RPJMN 2025–2029 menetapkan empat KEK sebagai prioritas nasional, yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Galang Batang, KEK Gresik, dan KEK Arun Lhokseumawe,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Capai 55 Juta Penerima dalam 1 Tahun
Keempat KEK tersebut diprioritaskan untuk mendukung agenda hilirisasi industri dan percepatan ekspor. Dukungan kebijakan dan fasilitasi lintas kementerian pun diperkuat guna memastikan percepatan pembangunan ekonomi antarwilayah.
Untuk memikat investor, Bambang menuturkan, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya peningkatan daya saing kawasan. Langkah ini mencakup penguatan infrastruktur dasar, peningkatan aksesibilitas, serta penyederhanaan perizinan di dalam kawasan.
Bambang mengatakan, penguatan ekosistem berusaha juga mencakup pemberian insentif fiskal dan non-fiskal yang lebih menarik. “Kami juga fokus pada penguatan promosi dan pemasaran KEK serta fasilitasi tenaga kerja dan SDM untuk investor,” jelasnya.
Adapun khusus untuk empat KEK prioritas nasional tersebut, pemerintah membidik masuknya investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang signifikan.
“Berdasarkan target yang ditetapkan, total investasi yang dibidik pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp 43 triliun. Capaian hingga Triwulan III 2025 kemarin telah menunjukkan progres yang cukup baik,” ungkapnya.
Bambang menyatakan, target investasi ini diharapkan terus merangkak naik setiap tahunnya hingga 2029. Pemerintah optimistis penguatan daya tarik kawasan akan mendorong masuknya investor strategis, terutama di sektor industri pengolahan dan hilirisasi.
Berlanjut ke tahun 2026, lanjut Bambang, pengembangan KEK akan diarahkan pada penguatan kualitas pengelolaan kawasan. Pemerintah ingin KEK tidak hanya sekadar luas lahan, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah yang optimal.
Menurutnya, untuk detail realisasi kuantitatif investasi dan serapan tenaga kerja sepanjang tahun 2025, serta penetapan target final untuk tahun 2026, akan diputuskan dalam waktu dekat.
“Target akan difinalkan dan ditetapkan pada Rapat Kerja Triwulan IV Tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Januari 2026,” pungkasnya.
Baca Juga: Strategi Front Loading Berlanjut, Pemerintah Targetkan Lelang SBN Rp 220 Triliun
Selanjutnya: API Dorong Prabowo Lobi Trump untuk Turunkan Tarif Tekstil RI ke AS
Menarik Dibaca: 6 Rekomendasi Makanan untuk Mengatasi Hidung Tersumbat saat Flu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












