kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.247   6,00   0,03%
  • IDX 7.176   46,13   0,65%
  • KOMPAS100 972   5,15   0,53%
  • LQ45 693   2,40   0,35%
  • ISSI 260   1,20   0,46%
  • IDX30 382   -0,24   -0,06%
  • IDXHIDIV20 468   -3,68   -0,78%
  • IDX80 109   0,48   0,45%
  • IDXV30 137   -0,75   -0,55%
  • IDXQ30 122   -0,59   -0,48%

Strategi pemerintah antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020


Minggu, 09 Februari 2020 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Pemerintah antisipasi tekanan ekonomi di kuartal I-2020.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Ia pun meyakini, perlambatan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi hanya akan terjadi pada awal tahun. “Dengan percepatan pengeluaran anggaran (belanja) dan selesainya omnibus law, maka pertumbuhan konsumsi dan investasi akan meningkat di triwulan kedua,” tutur Iskandar.

Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina memperkirakan adanya risiko penurunan (downside risk) terhadap laju pertumbuhan PDB Indonesia di kuartal pertama ini.

Baca Juga: Stabilkan harga, puluhan ton bawang putih dan cabai digelontorkan di Jakarta

Terutama faktor tertekannya perekonomian sektor pariwisata akibat penurunan drastis jumlah wisatawan asal China. Sebab, wisatawan China mengambil porsi 12,8% dari total wisatawan asing yang datang ke Indonesia.

Selain itu, Dian mengatakan pemerintah sebaiknya mengantisipasi potensi tertundanya proyek-proyek investasi China ke depan.

“Serta dampak moderat terhadap inflasi komponen bergejolak (volatile food) yang umumnya dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas pangan karena porsi impor bawang putih kita yang cukup besar dari China,” tutur Dian.

Baca Juga: Kemenperin siap boyong ratusan pelaku industri ke Hannover Messe 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×