kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Strategi di RPJMN 2020-2024, Apindo: Harus bisa ciptakan pemerataan pendapatan


Kamis, 27 Juni 2019 / 18:50 WIB

Strategi di RPJMN 2020-2024, Apindo: Harus bisa ciptakan pemerataan pendapatan
ILUSTRASI. Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan meresmikan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Salah satu yang menjadi sorotan dalam RPJMN 2020-2024 tersebut adalah pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pemerintah menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi 2020-2024 di rentang 5,4% hingga 6% per tahun. 

Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang memperhatikan kapasitas daya dukung, sumber daya alam dan daya tampung lingkungan hidup akan dilakukan melalui beberapa strategi.  


Adapun strategi tersebut antara lain dilakukan dengan mendorong peningkatan tingkat pendapatan per kapita yang disertai pengurangan kesenjangan pendapatan antar kelompok, meningkatkan ketahanan masyarakat miskin dan rentan terhadap guncangan ekonomi, serta meningkatkan lapangan pekerjaan layak sehingga dapat menurunkan tingkat pengangguran. 

"Meningkatkan pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan antar wilayah, dan mendorong pengembangan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan dan tangguh bencana," seperti tertulis dalam dokumen yang diterima Kontan.co.id, Kamis (27/6). 

Ekonom UI melihat beberapa strategi tersebut sudah lebih banyak fokus pada isu meningkatkan produktivitas dengan melihat permasalahan ketenagakerjaan. Hanya saja dalam pelaksanaannya pemerintah masih perlu memperbaiki bagian hilirnya seperti memastikan lagi bahwa lulusan vokasi sesuai dengan kebutuhan industri. 

"Pembenahan kurikulum supaya matching dengan kebutuhan industri dan bisa meningkatkan produktivitas," ujar Fithra. 

Fithra menambahkan RPJMN 2020-2024 adalah dokumen yang memberikan gambaran rencana pemerintah ke depan bagi dunia usaha dan investor. Sehingga akan lebih baik apabila RPJMN tetap memuat tak hanya visi-misi incumbent melainkan dari pihak oposisi juga bisa digunakan untuk melengkapi. 

"Potensi baik dari oposisi bisa masuk," imbuh Fithra.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani melihat bahwa strategi tersebut sudah fokus pada upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) namun juga tetap berupaya menciptakan lapangan kerja. 

"Itu yang harus kita ciptakan meningkatkan pemerataan pendapatan," imbuh dia.

Terkait strategi tersebut menurutnya isi RPJMN sudah mengakomodir kepentingan kedua pihak baik incumbent dan oposisi. Pasalnya selama proses kampanye, menurut dia keduanya menawarkan hal yang sama. 

Adapun keduanya melihat target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMN 2020-2024 sudah realistis sebab tanpa adanya upaya ekstra Indonesia akan tetap mengalami pertumbuhan di kisaran 5%. 

Namun Fithra menambahkan bahwa seharusnya target pertumbuhan tersebut bisa dibuat lebih optimistis untuk meningkatkan kepercayaan investor. Menurutnya pemerintah bisa memasang target pertumbuhan rata-rata hingga 6,5%.  


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0479 || diagnostic_web = 0.3306

Close [X]
×