CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Sri Mulyani sebut tumpang tindih data bansos lebih baik daripada tidak dapat


Minggu, 10 Mei 2020 / 19:44 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyusun bantuan paket sembako dari Presiden di Goodang.com, Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (9/5/2020). Sebanyak 55.066 paket sembako dari Presiden siap didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu di Kota Tangerang guna mengurangi beb


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk mengatasi dampak wabah corona saat ini memang berpotensi menimbulkan adanya tumpang tindih data.

Menurut Sri Mulyani, adanya tumpang tindih ini disebabkan karena data bansos saat ini belum termasuk dengan data yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah (pemda). Namun, ia merasa tumpag tindih tersebut masih lebih baik daripada masyarakat tidak dapat bantuan sama sekali.

Baca Juga: Sri Mulyani prediksi pertumbuhan konsumsi pada triwulan II 2020 bisa memburuk

"Apakah kemungkinan akan ada tumpang tindih? Kemungkinan ada, tapi itu mungkin lebih baik daripada tidak dapat," ujar Sri Mulyani di dalam agenda telekonferensi daring, Jumat (8/5).

Risiko terjadinya tumpang tindih data ini, memang menjadi sesuatu yang sering muncul dalam pembahasan oleh pemerintah. Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan terus membangun sistem jaminan sosial dengan lebih baik dan reliabel dari sisi pendataannya.

Sri Mulyani melanjutkan, meski belum termasuk dengan data dari pemda, tetapi penyaluran bansos oleh pemerintah pusat saat ini sudah mencakup sekitar 55% dari penduduk Indonesia.

Baca Juga: PNM sudah beri relaksasi pembiayaan kepada 35% nasabahnya yang terdampak corona

Bansos yang diberikan ini adalah program keluarga harapan (PKH), subsidi listrik, kartu sembako atau bantuan pangan non-tunai (BPNT), dan dana desa.

Kemudian, dengan adanya tambahan bansos sembako, bantuan tunai, dana desa, dan kartu prakerja penyalurannya dinilai mencakup hampir 60% dari penduduk Indonesia.

Baca Juga: Bansos PKH sudah mengucur Rp 16,56 triliun, ini rinciaannya

"Dengan adanya tambahan ini, maka kemungkinan sudah bisa mencakup hampir 60% dari penduduk Indonesia," kata Sri Mulyani.

Adapun berdasarkan catatan Kemenkeu, realisasi penyaluran bansos sampai saat ini untuk program PKH sebesar Rp 16,56 triliun, BNPT senilai Rp 14,16 triliun, bansos sembako khusus DKI Jakarta senilai Rp 284,13 miliar, bansos tunai non-Jabodetabek mencapai Rp 3,48 triliun, bansos dana desa sebesar Rp 63,25 miliar, dan kartu prakerja sebesar Rp 1,62 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×