kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Sri Mulyani sebut tumpang tindih data bansos lebih baik daripada tidak dapat


Minggu, 10 Mei 2020 / 19:44 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyusun bantuan paket sembako dari Presiden di Goodang.com, Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (9/5/2020). Sebanyak 55.066 paket sembako dari Presiden siap didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu di Kota Tangerang guna mengurangi beb


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Bansos yang diberikan ini adalah program keluarga harapan (PKH), subsidi listrik, kartu sembako atau bantuan pangan non-tunai (BPNT), dan dana desa.

Kemudian, dengan adanya tambahan bansos sembako, bantuan tunai, dana desa, dan kartu prakerja penyalurannya dinilai mencakup hampir 60% dari penduduk Indonesia.

Baca Juga: Bansos PKH sudah mengucur Rp 16,56 triliun, ini rinciaannya

"Dengan adanya tambahan ini, maka kemungkinan sudah bisa mencakup hampir 60% dari penduduk Indonesia," kata Sri Mulyani.

Adapun berdasarkan catatan Kemenkeu, realisasi penyaluran bansos sampai saat ini untuk program PKH sebesar Rp 16,56 triliun, BNPT senilai Rp 14,16 triliun, bansos sembako khusus DKI Jakarta senilai Rp 284,13 miliar, bansos tunai non-Jabodetabek mencapai Rp 3,48 triliun, bansos dana desa sebesar Rp 63,25 miliar, dan kartu prakerja sebesar Rp 1,62 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×