kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Sri Mulyani Bakal Bagi-Bagi Insentif Rp 3 Triliun untuk Daerah Berprestasi


Selasa, 11 Juli 2023 / 11:56 WIB
Sri Mulyani Bakal Bagi-Bagi Insentif Rp 3 Triliun untuk Daerah Berprestasi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan membagikan insentif sebesar Rp 3 triliun


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan akan memberikan insentif fiskal bagi daerah yang berprestasi dalam pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan ekstrem, mendatangkan investasi, dan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, insentif tersebut akan diberikan sebesar Rp 3 triliun kepada daerah yang masuk dalam kriteria.

“Pada semester II-2023 kami juga akan membayar insentif untuk daerah-daerah yang berprestasi. Ada Rp 3 triliun yang akan kami berikan sebagai hadiah atas prestasi daerah,” tutur Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Banggar DPR, Senin (10/7).

Baca Juga: Menkeu Sudah Salurkan Rp 134,2 Triliun Gaji dan Tunjangan ASN Serta TNI/Polri

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan insentif fiskal kepada desa senilai Rp 2 triliun. Penilaian prestasi diukur dari perbaikan tata kelola desa.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan menyalurkan dana bagi hasil (DBH) sawit baru pada semester II mendatang. Adapun nilai DBH sawit yang dipersiapkan adalah sebesar Rp 3,4 triliun.

“Transfer ke daerah diarahkan untuk mendukung pembangunan di daerah. Meski begitu, kebijakan juga tetap memperhatikan kinerja masing-masing pemerintah daerah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×