kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Pemerintah Bakal Percepat Konversi Motor Listrik, Target 6 Juta per Tahun


Kamis, 05 Maret 2026 / 19:06 WIB
Pemerintah Bakal Percepat Konversi Motor Listrik, Target 6 Juta per Tahun


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berencana mempercepat program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik mulai tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Presiden Prabowo telah membentuk satuan tugas (satgas) baru untuk mempercepat pelaksanaan transisi energi di Indonesia.

Baca Juga: Polri Kerahkan Drone Canggih untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026 Secara Langsung

Menurut Bahlil, salah satu mandat utama satgas tersebut adalah mempercepat konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor. Pemerintah menargetkan konversi motor listrik dapat mencapai 4 juta hingga 6 juta unit per tahun.

“Sebelumnya memang ada konversi, setiap tahun ada sekitar 200 ribu motor yang dikonversi dari motor bensin ke motor listrik. Tapi sekarang sudah mulai ada teknologinya yang lebih murah. Jadi mungkin sekitar 4, 5 sampai 6 juta,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah juga berencana memberikan subsidi kepada masyarakat yang ingin melakukan konversi motor bensin menjadi motor listrik.

Namun demikian, pemerintah masih menyusun formulasi skema subsidi yang akan diberikan.

“Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja satgas sehingga perencanaannya benar-benar presisi,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Dirjen Pajak Optimistis SPT Tembus 8,5 Juta Jelang Batas Akhir Maret 2026

Selain mendorong percepatan konversi motor listrik, satgas tersebut juga bertugas mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW).

Bahlil menilai langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban subsidi energi yang selama ini ditanggung negara.

“Karena dengan kita mengonversi dari PLTD diesel ke PLTS, itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus mendorong percepatan penggunaan motor dan mobil listrik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×