kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Soal PPN sembako, pengamat: Pemerintah jangan buru-buru


Rabu, 23 Juni 2021 / 19:26 WIB
Soal PPN sembako, pengamat: Pemerintah jangan buru-buru
ILUSTRASI. Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (17/4/2020). Tribunnews/Jeprima

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana meningkatkan rasio perpajakan dengan memperluas obyek pajak. Salah satunya, dengan melakukan reformasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kebutuhan pokok atau lebih dikenal dengan sembako bisa dimasukkan dalam kategori barang yang kena PPN ini.

Pasalnya, dalam draf Revisi Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP), pemerintah menghapus produk sembako, dari daftar yang dikecualikan. 

Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyarankan pemerintah harus berhati-hati dan tak terburu-buru dalam menyusun reformasi kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 

Baca Juga: Ini 4 jenis pajak yang catat pertumbuhan positif hingga Mei 2021

“Catatan saya, kesiapan administrasi menjadi pekerjaan rumah besar. Pemerintah perlu berhati-hati dalam mengimplementasikannya, tak boleh terburu-buru,” ujar Fajry kepada Kontan.co.id, Rabu (23/6). 

Fajry kemudian memberi saran, untuk sembako kelas menengah-bawah sebaiknya jangan diberi PPN. 

Artinya, masyarakat kelas menengah-bawah yang menkonsumsi sembako tetap tidak akan dikenakan PPN. Jadi, ia hanya menjadi obyek PPN saja, tetapi konsumen tidak perlu membayar PPN. 

Baca Juga: Ada wacana tarif parkir Rp 60.000 per jam di DKI Jakarta, kapan mulai berlaku?

Sementara itu, untuk sembako kelas menengah-atas, Fajry menyarankan ini bisa dikenakan tarif reduce rate. Alias, tarif yang lebih rendah dibandingkan dengan tarif normal dahulu. 

Namun, ia tidak memberi usulan tarifnya. Ia pun menyerahkan urusan besaran tarif tersebut kepada pemerintah. “Besaran tarif biarlah pemerintah yang kalkulasikan,” tandasnya. 

Selanjutnya: Kredit kendaraan bermotor Bank Mandiri terdongkrak insentif PPnBM

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×