kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.143   13,00   0,08%
  • IDX 7.658   157,88   2,11%
  • KOMPAS100 1.061   23,56   2,27%
  • LQ45 763   16,95   2,27%
  • ISSI 277   4,62   1,70%
  • IDX30 405   6,39   1,60%
  • IDXHIDIV20 491   5,01   1,03%
  • IDX80 119   2,61   2,25%
  • IDXV30 136   1,03   0,76%
  • IDXQ30 130   1,52   1,19%

Sidak di Pasar, Bulog Pastikan Pasokan Minyakita Bakal Ditambah


Selasa, 14 April 2026 / 13:10 WIB
Sidak di Pasar, Bulog Pastikan Pasokan Minyakita Bakal Ditambah
ILUSTRASI. Minyakita dipajang pada etalase pedagang sembako di pasar (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi dadakan (sidak) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Pasar Grogol, Jakarta Barat dalam memastikan ketersediaan pasokan Minyakita. 

Dari hasil pemantauan di lapangan, Rizal memastikan bahwa harga Minyakita masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), namun pasokannya terhambat. 

"Kita sudah cek, Minyakita sesuai HET, sementara kita saksikan stoknya memang perlu ditambah," kata Rizal dalam konferensi pers di Pasar Minggu, Selasa (14/4/2026). 

Menurut Rizal, penambahan stok ini perlu dilakukan seiring meningkatnya jumlah konsumen minyak goreng yang beralih dari minyak curah ke Minyakita karena kenaikan harga plastik. 

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair April 2026, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Terbaru

"Karena kenaikan harga plastik, kemasan dan lain sebagainya sehingga beralih ke minyak kita. Maka kebutuhan minyakita semakin besar," jelas Rizal.

Rizal pun mengklaim bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan kuota Domestik Market Obligation (DMO) atau kewajiban dalam negeri oleh produsen ditingkatkan dari 35% menjadi 65%. 

"Syukur Alhamdulillah mungkin kita tinggal tunggu tambahan kuota tersebut sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan nasional khusus untuk minyakita," lanjut Rizal. 

Sebelumnya, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nawandaru Dwi Putra mengakui adanya tantangan distribusi Minyakita di wilayah timur. Dia menilai perlu adanya koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta produsen agar pasokan tetap terjaga. 

Nawandaru menyebut kawasan timur membutuhkan pendekatan khusus, termasuk komitmen produsen untuk memastikan pasokan yang konsisten ke kantor wilayah atau pimpinan wilayah Bulog setempat. 

Selain faktor distribusi, kenaikan harga bahan baku plastik juga disebut menjadi salah satu pemicu tekanan harga minyak goreng secara keseluruhan. 

"Saat ini kita masih mengalami adanya isu kenaikan harga bahan baku plastik dan ini juga salah satunya dapat berdampak pada komoditas minyak goreng secara keseluruhan,” ujar Nawandaru dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di YouTube Kemendagri, Senin (13/4/2026). 

Dalam satu bulan terakhir hingga per 10 April 2026, Kemendag mencatat minyak goreng premium mengalami tren kenaikan cukup signifikan. Namun, keberadaan Minyakita diharapkan tetap menjadi penyangga harga agar masyarakat dapat mengakses minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET). 

Berdasarkan data Kemendag, realisasi DMO minyak goreng rakyat pada periode 1–10 April 2026 tercatat sebesar 24.986 ton. Angka ini turun 46,37% secara bulanan (month-to-month), namun masih naik 41,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year)

Adapun realisasi DMO sepanjang Maret 2026 baru memenuhi 49,52% dari total kebutuhan nasional. Secara kumulatif, sejak 26 Desember 2025–10 April 2026, total realisasi DMO mencapai 428.608 ton. 

Dari jumlah tersebut, distribusi melalui BUMN mencapai 211.960 ton atau 49,45%, yang terdiri dari Bulog sebanyak 169.359 ton (39,51%) dan ID Food sebanyak 42.601 ton (9,94%). Sementara itu, DMO nonBUMN sebesar 216.648 ton atau 50,55%.

Baca Juga: Diskusi 5 Jam, RI-Rusia Sepakati Kerja Sama Energi hingga Pendidikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×