Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras dan Minyakita pada periode Februari dan Meret tahun ini.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan pangan ini akan disalurkan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Bapanas kembali melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan sebesar 33,2 juta KPM," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).
Jumlah KPM tersebut diperbanyak hingga 81,9 persen dari jumlah KPM program serupa sebelumnya yang berada di angka 18,2 KPM setiap bulannya. Nantinya setiap KPM akan mendapatkan 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi 1 bulan yang disalurkan oleh Perum Bulog.
Baca Juga: Jadi Tulang Punggung Perekonomian, Konsumsi RT Hanya Tumbuh 4,89% Sepanjang 2025
Adapun secara kuantitas untuk penyaluran 2 bulan sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebesar 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter. Demi pelaksanaan program prorakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 11,92 triliun.
Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama dalam menyambut Ramadan sampai Idulfitri.
"Harapannya melalui stimulus ekonomi ini, daya beli masyarakat dapat terus terjaga dan inflasi pangan juga terkendali semakin stabil dan baik lagi, terutama selama Ramadan sampai Idulfitri," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengaku siap melaksanakan program bantuan pangan. Pihaknya sudah bersiap sejak jauh hari agar dapat tersalurkan sebelum Idulfitri di Maret mendatang.
"Terkait dengan Bulog penyaluran banpang di bulan Februari dan Maret, kami kebetulan sudah melaksanakan Rakortas dengan Menko Perekonomian tiga hari yang lalu. Syukur alhamdulillah sudah diputuskan dari Rakortas Menko Perekonomian," ungkap Rizal.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Lebih Tinggi dari Malaysia hingga China
Selanjutnya: Jadi Tulang Punggung Perekonomian, Konsumsi RT Hanya Tumbuh 4,89% Sepanjang 2025
Menarik Dibaca: NotebookLM Android: Buat Video dan Infografis Cuma dengan AI Google
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













