kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

SBY khawatirkan inflasi tinggi dan pengangguran


Kamis, 16 Januari 2014 / 12:05 WIB
ILUSTRASI. Tips kakak adik pemilik usaha rumah makan padang pertahankan bisnisnya


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah menilai situasi ekonomi tahun 2014 masih belum aman dari ancaman, terutama mengenai kenaikan harga-harga yang berdampak pada inflasi. Salah satunya akibat buruknya cuaca di awal 2014 bisa menaikkan harga.

Oleh karena itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ancaman inflasi ini menjadi persoalan yang harus diutamakan. Ia meminta kepada Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa supaya fokus mengantisipasi kenaikan harga. “Jangan sampai kita baru bertindak setelah inflasi tinggi,” ujar SBY, saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di kantornya, kompleks Istana Negara, Jakarta.

SBY menjelaskan, jajaran Menko Perekonomian harus memastikan arus barang dan jasa lancar. Selain itu dari sisi suplai persediaan barang dan jasa harus dijaga. Jangan sampai terjadi kekurangan yang dapat menimbulkan kenaikan harga.

Seperti diketahui, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 204, pemerintah menargetkan inflasi di level 5,5% plus minus 1%. Sementara pada tahun 2013 lalu realisasi inflasi yang terjadi sepanjang tahun ,mencapai 8,39%.

Selain masalah inflasi, SBY juga meminta agar jumlah lapangan kerja bisa ditambah, dan mencegah terjadinya pengangguran. Salah satunya, dengan mendorong pertumbuhan di sektor industri. Nah, untuk meningkatkan aktivitas industri SBY berharap proyek pembangunan Masterplan Percepatan dan Perluasan pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) bisa terus dilanjutkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×