kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

SBY aman, bantuan logistik Mentawai berantakan


Kamis, 28 Oktober 2010 / 12:28 WIB
ILUSTRASI. Dirut PLN Sofyan Basir


Reporter: Asnil Bambani Amri |

PADANG. Sumatera Barat membutuhkan relawan untuk mengusung logistik yang diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta untuk masyarakat Kepulauan Mentawai. Pasalnya, logistik yang dikirimkan pagi ini banyak yang rusak akibat minimnya tenaga untuk bongkar muat bantuan.

Awalnya, TNI AU di Bandara Internasional Minangkabau dikerahkan untuk mengeluarkan usungan bantuan sebanyak 14 ton dari pesawat Hercules C130HS. Namun, mereka lantas meninggalkan hangar lantaran diinstruksikan untuk mengamankan Presiden SBY; dan hanya menyisakan empat tentara untuk membongkar muatan logistik berupa air mineral, selimut dan mi instan tersebut.

Dengan tenaga yang sedikit dan bongkar muat sebanyak 14 ton, alhasil logistik makanan pun berantakan. Zulkifli, relawan yang ikut dalam rombongan Hercules itu melihat, puluhan kardus air mineral rusak dan pecah. Padahal, logistik ini harus dikirimkan ke Kepulauan Mentawai melalui kapal laut maupun helikopter. "Mereka tak bisa disalahkan juga karena banyak petugas justru dikerahkan untuk SBY," katanya di Padang, Kamis (28/10).

Sejak tsunami yang terjadi di Mentawai pada hari Senin (25/10) lalu, TNI AU sudah mengirimkan enam pesawat Hercules, termasuk dua pesawat yang diterbangkan pagi tadi, untuk membawa bantuan maupun relawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×