kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

SBY akan panggil 33 pimpinan DPD Demokrat


Jumat, 01 Maret 2013 / 13:09 WIB
ILUSTRASI. Setiap Jumat, Tanihub menawarkan harga spesial untuk produk daging. 


Reporter: RR Putri Werdiningsih |

JAKARTA. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyo akan segera mengumpulkan 33 pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat di kediamannya. Menurut anggota Majelis Tinggi Marzuki Ali, hal itu sengaja dilakukan untuk menepis isu pemecatan sejumlah kader yang terus mencuat belakangan ini.

“Ini dalam kaitan untuk lebih meningkatkan soliditas internal partai demokrat. Kita lihat akhir-akhir ini ada kesalahpahaman di antara kader, seolah-olah akan ada pemecatan dan penggusuran,” kata Marzuki di Jakarta, Jumat (1/3).

Meski sejumlah undangan itu telah disebar ke petinggi partai di daerah, Marzuki mengaku tak tahu kapan persisnya pertemuan itu akan dilakukan. Sebab, pertemuan itu adalah inisiatif SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi.

Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut digagas guna mempersiapkan kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat, Marzuki tegas membantah. “KLB sampai saat ini belum dibicarakan Majelis Tinggi,” tegasnya.

Ia menandaskan, SBY memiliki kewenangan untuk mengundang ketua DPD. Itu dilakukan lebih bertujuan untuk membangun kembali soliditas partai agar tidak terpecah menjelang 2014 nanti.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman juga memastikan KLB akan dilangsungkan setelah penyerahan daftar caleg sementara (DCS), April nanti. Bahkan ia sempat meminta agar jangan dulu membicarakan kandidat Ketua Umum Ketua Demokrat pengganti Anas Urbaningrum. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×