kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Sampaikan urusan Demokrat di Istana, SBY Offside


Kamis, 18 April 2013 / 09:24 WIB
ILUSTRASI. Reksadana.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan mengenai Partai Demokrat dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum di Istana Negara. Hal itu pun menuai kritikan.

Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo memberikan kritikan atas sikap SBY tersebut. "Ini bukan kali pertama presiden offside. Menyampaikan urusan partai di istana negara dan pada jam kerja," kata Bambang di Jakarta, Kamis (11/4).

Bambang mengatakan hal itu tidak sesuai dengan janji yang didengungkan para petinggi Partai Demokrat. Mereka, kata Bambang, mengatakan bahwa presiden hanya mengurus partai pada hari libur dan bukan di Istana.

"Ketidakkonsistenan ini makin mengonfirmasi bahwa pengelolaan negara makin bias dan tidak fokus," ujar politisi Golkar itu.

Ia pun memperkirakan apa yang dilakukan SBY akan semakin meningkat menjelang pemilu 2014. "Kita tentu berharap pemerintah segera berbenah diri dan kembali fokus bekerja untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

Diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers terkait perkembangan partai Demokrat, Rabu (17/4) malam. Hal yang dibicarakan mengenai batalnya Yenny Wahid bergabung ke Partai berlambang Bintang Mercy itu. (Tribunnews.com)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×