kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah menguat, utang pemerintah turun Rp 3,17 triliun per Februari lalu


Kamis, 24 Maret 2011 / 16:17 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor cabang FIFGroup, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (16/4/2020). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Per Februari lalu, utang pemerintah menurun sebesar Rp 3,17 triliun dibandingkan dengan Januari lalu. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, total utang pemerintah merosot menjadi Rp 1.692,17 dari Rp 1.695,34 triliun.

Penurunan ini terjadi karena penguatan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Sebab, bila dihitung dalam denominasi dolar Amerika Serikat, jumlah utang pemerintah Februari lalu justru bertambah dari US$ 187,19 miliar menjadi US$ 191,79 miliar.

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus menguat. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah sudah menguat 2,98 % ke level Rp 8.719 per dolar Amerika Serikat sejak awal tahun.

Utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman US$ 68,75 miliar dan surat berharga US$ 123,04 miliar. Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.422,9 triliun, rasio utang Indonesia tercatat sebesar 26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×