kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   25.000   1,49%
  • USD/IDR 16.454   31,00   0,19%
  • IDX 6.433   -87,11   -1,34%
  • KOMPAS100 935   -14,81   -1,56%
  • LQ45 731   -7,15   -0,97%
  • ISSI 198   -4,14   -2,05%
  • IDX30 380   -2,05   -0,54%
  • IDXHIDIV20 457   -4,21   -0,91%
  • IDX80 106   -1,38   -1,28%
  • IDXV30 109   -1,71   -1,54%
  • IDXQ30 125   -0,43   -0,35%

Ruhut: Partai politik berkepentingan soal calon Kapolri


Selasa, 28 September 2010 / 16:07 WIB
Ruhut: Partai politik berkepentingan soal calon Kapolri


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pencalonan kapolri tak lepas dari intrik politik. Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengungkapkan, ada partai politik yang ingin menggolkan satu calon tertentu untuk mengamankan kadernya yang tersandung masalah hukum.

Ruhut mengakui, banyak partai politik yang mendukung satu calon tertentu. "Ada kepentingan partai politik masing-masing," kata Ruhut, Selasa (28/9).

Sayang, dia belum mau bicara blak-blakan seperti biasanya. Karena itu, Ruhut meminta partai politik lain menghormati presiden. Sebab, pencalonan Kapolri sepenuhnya adalah hak prerogratif presiden.

Hingga saat ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum mengajukan nama yang bakal menduduki kursi Trunojoyo 1. Padahal, batas tenggat waktu yang diberikan DPR sudah terlampaui.

Sebelumnya, sempat beredar dua nama yakni Komisaris Jenderal Polisi Nanan Soekarna dan Komisaris Jenderal Polisi Imam Sudjarwo. Namun, kabarnya, pencalonan itu urung diajukan ke DPR karena perbedaan pendapat antara Presiden dengan Sekretariat Gabungan Partai Koalisi. Kabarnya, Presiden mendukung Komisaris Jenderal Polisi Imam Sujarwo sedangkan partai koalisi mendukung Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Undang-Undang Kepailitan Dan PKPU Indonesia KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS

[X]
×