Reporter: Havid Vebri | Editor: Havid Vebri
Hardy memahami posisi Bank Mandiri yang menyatakan bahwa bank hanya menjalankan permintaan aparat dan telah mengikuti prosedur yang berlaku.
Secara hukum, posisi tersebut dapat dipahami. Namun, dari perspektif manajemen krisis, komunikasi yang terlalu singkat dan defensif dinilai belum cukup ketika sebuah tindakan perbankan telah memicu pertanyaan publik secara luas.
"Yang dibutuhkan bukan keberpihakan Bank Mandiri kepada nasabah ataupun kepada aparat penegak hukum. Yang dibutuhkan adalah kepastian proses dan kepastian informasi," tegas Hardy.
Karena itu, Bank Mandiri dinilai perlu memberikan klarifikasi yang lebih komprehensif mengenai kronologi tindakan terhadap rekening tersebut.
Penjelasan tersebut dapat mencakup jenis tindakan yang dilakukan, dasar kewenangannya, proses komunikasi dengan aparat, serta langkah koordinasi dengan otoritas terkait.
Tentunya, seluruh informasi tersebut tetap disampaikan sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan kerahasiaan nasabah dan kepentingan penyidikan.
Lebih jauh, Hardy melihat polemik rekening Botok seharusnya menjadi momentum bagi Bank Mandiri untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen komunikasi krisis.
Pasalnya, industri perbankan sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Kepatuhan terhadap hukum memang menjadi fondasi utama, tetapi komunikasi yang cepat, presisi, konsisten, dan transparan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan tersebut.
"Bank mungkin memiliki alasan hukum untuk melakukan suatu tindakan. Namun ketika komunikasi mengenai tindakan tersebut tidak dikelola dengan baik, bank berisiko kehilangan kendali atas narasi dan membiarkan ruang publik diisi oleh spekulasi," ujar Hardy.
Menurutnya, lemahnya komunikasi sejak bank menerima permintaan aparat, dalam menjelaskan posisi kepada publik, maupun dalam memastikan keselarasan informasi dengan otoritas terkait, menjadi persoalan yang patut dievaluasi.
Dengan demikian, polemik rekening Botok bukan hanya menjadi ujian bagi aspek kepatuhan Bank Mandiri, tetapi juga menjadi pengingat bahwa manajemen komunikasi merupakan bagian penting dari tata kelola perbankan, terutama ketika keputusan yang diambil bersinggungan langsung dengan akses nasabah terhadap dana dan kepercayaan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














