kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.723   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

​Demo 27 Agustus di DPR, Aliansi GERAM Bawa 10 Tuntutan dan Siapkan 1.000 Massa


Rabu, 26 Agustus 2026 / 05:28 WIB
​Demo 27 Agustus di DPR, Aliansi GERAM Bawa 10 Tuntutan dan Siapkan 1.000 Massa
ILUSTRASI. ?Demo 27 Agustus di DPR, Aliansi GERAM Bawa 10 Tuntutan dan Siapkan 1.000 Massa


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Aksi yang mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB. GERAM memperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil akan mengikuti aksi.

Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk pengawasan publik terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR RI.

Menurut dia, aksi pada 27 Agustus 2026 tidak hanya dimaksudkan sebagai penyampaian aspirasi di ruang publik, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban masyarakat dalam mengawasi kinerja parlemen. 

"Aksi pada 27 Agustus 2026 ini bukan sekadar penyampaian pendapat biasa di jalanan, melainkan bentuk pertanggungjawaban dan pengawasan publik terhadap DPR RI," kata Mixel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).

Tuntut Pimpinan DPR Temui Massa

Salah satu tuntutan GERAM adalah meminta pimpinan DPR RI hadir langsung untuk berdialog dengan massa aksi.

Mixel mengatakan, pihaknya menginginkan Ketua DPR RI dan para Wakil Ketua DPR menemui demonstran untuk membuka ruang dialog secara langsung dan setara.

GERAM menilai respons terhadap aksi mahasiswa selama ini belum selalu diikuti langkah konkret.

Jika pimpinan DPR tidak memenuhi permintaan tersebut, GERAM menyatakan siap melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil disebut akan bergabung dalam aksi tersebut. Di antaranya berasal dari UNUSIA, Universitas Terbuka, Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, mahasiswa sekolah tinggi filsafat, Serikat Tahanan Politik, organisasi kepemudaan, serta komunitas masyarakat sipil lainnya.

Baca Juga: Giuseppe Garibaldi Berlayar Ke RI, Cek Spesifikasi Calon Kapal Induk Ke-1 Indonesia

GERAM Bawa 10 Tuntutan

Dalam aksi 27 Agustus 2026, Aliansi GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup isu politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga demokrasi.

Berikut 10 tuntutan yang akan disuarakan:

1. Mengadili Prabowo-Gibran, dengan meminta pertanggungjawaban politik dan hukum atas kebijakan yang menurut GERAM memperluas militerisme, melemahkan demokrasi, dan memperbesar ketimpangan ekonomi.

2. Menghentikan KDMP dan MBG, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait transparansi anggaran dan potensi patronase politik.

3. Menghentikan kebijakan pajak yang dinilai menindas rakyat, termasuk mendorong sistem perpajakan progresif bagi kelompok pemilik modal besar.

4. Mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis, ilmiah, serta berkualitas, sekaligus menolak komersialisasi pendidikan dan pemangkasan anggaran layanan dasar.

5. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan menaikkan upah buruh, dengan mendorong pengendalian harga serta jaminan upah yang layak.

Tonton: PPPK Guru Dialihkan ke Pemerintah Pusat, Tapi Kesejahteraan Belum Aman? Ini yang Disorot

6. Menetapkan bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bencana nasional, serta mempercepat bantuan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

7. Menjamin hak pekerja rumah tangga (PRT) melalui regulasi yang memberikan perlindungan hukum, upah layak, serta jam kerja yang manusiawi.

8. Melaksanakan demiliterisasi dan menghentikan pembangunan batalyon, dengan menolak perluasan peran militer di ranah sipil dan menegaskan supremasi sipil.

9. Menghentikan kriminalisasi aktivis dan membebaskan tahanan politik, termasuk mereka yang memperjuangkan isu HAM, agraria, ketenagakerjaan, serta kebebasan berekspresi.

10. Menyita aset hasil korupsi, dengan menuntut hukuman bagi pelaku korupsi serta perampasan aset hasil kejahatan untuk dialokasikan bagi pendidikan, kesehatan, dan pemulihan bencana.

Dengan tuntutan tersebut, GERAM menyatakan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI akan menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta respons langsung dari pimpinan parlemen.






Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/08/25/18501181/aliansi-mahasiswa-akan-demo-di-depan-dpr-27-agustus-ini-10-tuntutannya?source=terpopuler

 

Maskapai LCC Asia Tenggara Terjepit: BBM Mahal, Tiket Tak Bisa Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×