kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Realisasi belanja pemerintah pusat hingga Oktober baru 68% dari pagu


Senin, 18 November 2019 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Sementara, penyerapan belanja non-K/L sampai Oktober mencapai Rp 487,6 triliun atau relatif sama dengan tahun sebelumnya sehingga tidak mencatat pertumbuhan. Di sisi lain, serapan belanja non-K/L baru 62,6% dari total pagu yang sebesar Rp 778,9 triliun. 

Menkeu menjelaskan, perlambatan serapan belanja non-K/L salah satunya disebabkan oleh realisasi subsidi yang mengalami kontraksi. “Hingga Oktober, realisasi subsidi hanya Rp 146,2 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu yang Rp 160,4 triliun,” tutur dia. 

Baca Juga: Hingga Oktober, defisit APBN mencapai Rp 289 triliun

Perlambatan subsidi sejalan dengan menurunnya subsidi energi , terutama subsidi BBM, akibat rendahnya ICP dan penguatan kurs rupiah sepanjang tahun ini. 

Menurunnya subsidi energi, menurut Sri Mulyani, wajar untuk menyeimbangkan penerimaan dari sektor migas dan pertambangan yang juga tertekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×