kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Purbaya: Kendalikan Rupiah Mudah Selama BI dan Pemerintah Kompak


Selasa, 10 Maret 2026 / 16:49 WIB
Purbaya: Kendalikan Rupiah Mudah Selama BI dan Pemerintah Kompak
ILUSTRASI. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat tembus Rp 17.000. (Dendi Siswanto/Menkeu Purbaya)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat tembus Rp 17.000.

Purbaya memastikan tekanan nilai tukar rupiah ini mudah diatasi karena kerja sama yang kompak antara otoritas kebijakan moneter yakni Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah sebagai pengendali kebijakan fiskal.

“Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Ada Perbaikan, Purbaya Batal Ganti Bea Cukai dengan SGS

Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan konflik timur tengah. Di sisi lain fondasi ekonomi dalam negeri juga terus dijaga.

Purbaya menjelaskan selama Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kokoh, dan memiliki cadangan kas yang cukup, maka pengendalian rupiah akan lebih mudah dilakukan.

“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” urainya.

Diketahui, tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat melemah di titik Rp 17.000 pada Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Purbaya Sebut Pemerintah Telah Tarik Sebagian Surplus BI Untuk Kebutuhan APBN

Kemudian, nilai tukar rupiah akhirnya berbalik menguat setelah tertekan dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Selasa (10/3/2026), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 86 atau 0,51% menjadi Rp 16.863 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalan, kurs rupiah Jisdor menguat Rp 95 atau 0,56% menjadi Rp 16.879 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×