kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Tekanan Rupiah Masih Tinggi, Cadangan Devisa Bisa Makin Menyusut


Jumat, 06 Maret 2026 / 19:37 WIB
Tekanan Rupiah Masih Tinggi, Cadangan Devisa Bisa Makin Menyusut
ILUSTRASI. Pemusnahan fisik uang rupiah tidak asli di Palu (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa diperkirakan berpotensi menurun dari posisi Februari 2025 sebesar US$ 151 miliar, seiring meningkatnya kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia (BI) melalui intervensi di pasar valas.

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa mencapai US$ 151,9 miliar pada Februari 2026, atau menurun dibandingkan posisi pada akhir Januari 2026 sebesar US$ 154,6 miliar.

Penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Baca Juga: Tak Terbukti Hasut Demo, Delpedro Marhaen Cs Divonis Bebas

Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menilai, tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi perhatian akibat sejumlah faktor seperti pelebaran defisit fiskal, penyesuaian outlook sovereign credit oleh beberapa lembaga pemeringkat global, serta kinerja ekspor yang berpotensi tertekan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas nilai tukar dan kebutuhan intervensi yang lebih intensif untuk menjaga stabilitas rupiah,” tutur Banjaran kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp 16.670 hingga Rp16.770 per dollar AS pada akhir tahun 2026. Hal ini sejalan dengan perkiraan bahwa ketegangan geopolitik global akan mereda bertahap pada pertengahan tahun 2026.

“Oleh karena itu, penggunaan cadangan devisa untuk meredam tekanan nilai tukar berpotensi menyebabkan penurunan level cadangan devisa dalam jangka pendek,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×