kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.710   -61,00   -0,34%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Purbaya: Ekonomi RI Harus Tumbuh di Atas 6% agar Pengangguran Berkurang


Jumat, 28 Agustus 2026 / 14:47 WIB
Purbaya: Ekonomi RI Harus Tumbuh di Atas 6% agar Pengangguran Berkurang
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ekonomi Indonesia harus tumbuh di atas 6% agar masyarakat yang sudah berada di usia kerja dapat terserap seluruhnya ke dunia kerja, dan mengurangi jumlah pengangguran.

Menggenjot pertumbuhan ekonomi ini penting lantaran jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran mencapai 7,22 juta orang per Mei 2026.

"Untuk mencerap tempat kerja yang masuk ke usia kerja, itu kita harus tumbuh 6,7%. Sekarang harus begitu. Sekarang kita (masih) di bawah itu," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada awak media di kantornya, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Banggar DPR Sentil Menkeu Purbaya, Banyak Typo Angka di RAPBN 2027

Menurut Purbaya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak angkatan kerja baru yang belum sepenuhnya terserap ke dalam pasar kerja. Dampak pertumbuhan ekonomi terhadap penciptaan lapangan kerja juga membutuhkan waktu untuk dirasakan secara merata.

"Jadi masih ada yang enggak terserap, yang enggak masuk (dunia kerja/pengangguran). Apalagi yang lama-lama itu. Jadi kita memang harus tumbuh lebih cepat untuk menyerap tenaga kerja itu," jelasnya.

Purbaya menyebut, pertumbuhan ekonomi memiliki kaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan perhitungan pemerintah, setiap pertumbuhan ekonomi 1% dapat menciptakan sekitar 400.000 lapangan kerja.

Dengan demikian, apabila ekonomi tumbuh 6%, maka terdapat potensi sekitar 2,4 juta lapangan kerja baru yang tercipta. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang masuk ke pasar kerja.

"Kalau 1% yang sekarang kita 400.000, kalau 6%, 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan 6%. Belum cukup untuk menyerap semua tenaga kerja yang masih berusia kerja," kata Purbaya.

Karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap dapat meningkat hingga mencapai level 6,5%-6,7%.

Purbaya mengatakan, percepatan pertumbuhan ekonomi diperlukan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan daya serap perekonomian.

"Makanya kita ingin ekonominya pelan-pelan makin tumbuhnya makin cepat sehingga orang yang masih berusaha kerja terserap dan pengeluaran adanya juga terserap juga. Kalau pertumbuhannya 5% nggak cukup. Makanya kita gini-gini saja," imbuhnya.

Baca Juga: Di Tengah Aksi Demo, Indef Soroti Tekanan Ekonomi Kelas Menengah

Purbaya menambahkan, pemerintah saat ini mulai merancang kebijakan agar pertumbuhan ekonomi dapat bergerak menuju 6% pada tahun 2027. Selanjutnya, pertumbuhan tersebut diharapkan bisa terus dipacu lebih tinggi.

"Kita baru menuju 6%. Tahun depan 6% kita desain akan lebih cepat lagi," kata Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×