kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

KSSK Waspadai Risiko Global Berdampak ke Domestik, Optimis Ekonomi RI Tumbuh 5,6%-6%


Senin, 03 Agustus 2026 / 16:57 WIB
KSSK Waspadai Risiko Global Berdampak ke Domestik, Optimis Ekonomi RI Tumbuh 5,6%-6%
ILUSTRASI. KSSK Waspadai Risiko Global Berdampak ke Domestik (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mewaspadai meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga energi, volatilitas pasar keuangan, dan tekanan terhadap arus modal. Meski demikian, KSSK memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga pada kuartal II 2026 meski tekanan eksternal meningkat.

Seiring dengan itu, KSSK juga tetap optimistis perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh pada kisaran 5,6%-6,0% sepanjang 2026.

Ketua KSSK, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan memasuki kuartal II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal.

"Namun demikian, perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan ketahanan sektor keuangan yang terjaga," ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Pergantian Gubernur BI Tak Ganggu Koordinasi KSSK

Menurutnya, meningkatnya ketidakpastian global membuat risiko terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan perlu terus diwaspadai agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan, sekaligus memperkuat koordinasi kebijakan antarlembaga untuk melakukan mitigasi risiko.

Purbaya menjelaskan, tekanan global masih dipengaruhi berlanjutnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi, mendorong kenaikan harga minyak dan komoditas strategis, serta meningkatkan risiko terhadap perdagangan dan rantai pasok global. 

Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat juga memicu penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, serta kembali menguatnya fenomena flight to safety yang menekan aliran modal ke negara berkembang.

Baca Juga: Purbaya Tegaskan Danantara Tak Punya Hak Suara dalam Kebijakan KSSK

Meski dibayangi berbagai tantangan tersebut, KSSK memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat. Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 5,6%-6,0%, didukung konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga, investasi yang ditopang proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur, serta percepatan belanja pemerintah.

Selain itu, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas perekonomian dan perbankan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer yang mencapai 15,4% pada Juli 2026, disertai fungsi intermediasi perbankan yang dinilai semakin baik.

Purbaya menegaskan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Baca Juga: Gubernur BI di KSSK Tegaskan Kebijakan Bank Sentral All Out Jaga Stabilitas Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×