kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.541   11,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Purbaya dan DPR Setujui Pencairan PMN Rp 14,41 Triliun, Ini Perusahaan yang Dapat


Senin, 08 Desember 2025 / 17:21 WIB
Purbaya dan DPR Setujui Pencairan PMN Rp 14,41 Triliun, Ini Perusahaan yang Dapat
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (4/12/2025).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Komisi XI DPR RI telah menyepakati pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2025 senilai Rp 14,41 triliun.

PMN ini akan berupa PMN tunai maupun non triliun. "Komisi XI DPR RI menyetujui PMN tunai dan non tunai dalam APBN Tahun 2025," ujar Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dalam rapat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (8/12/2025).

Misbakhun merinci PMN Tunai akan bernilai Rp 11,45 triliun untuk empat BUMN. Diantaranya adalah PT Kereta Api Indonesia sebesar Rp 1,8 triliun. Dana PMN ini akan digunakan untuk pengadaan trainset dan retrofit KRL Jabodetabek, sebagai kelanjutan PMN Tahun 2024.

Baca Juga: Korban Banjir Sumatra Terus Bertambah, Pemerintah Belum Tambah Anggaran Bencana

PT Industri Kereta Api (INKA) juga akan mendapatkan PMN tunai sebesar Rp 473 miliar untuk penguatan kapasitas industri perkeretaapian nasional dalam pengembangan sarana perkeretaapian berupa fasilitas produksi pengembangan sistem propulsi untuk manufaktur sarana di pabrik Madiun dan Banyuwangi.

Selanjutnya, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) akan mendapatkan PMN tunai sebesar Rp 2,5 triliun untuk pengadaan tiga kapal penumpang sebagai kelanjutan dari PMN 2024.

Dan terakhir, PMN Tunai akan diberikan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 6,68 triliun untuk mendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan mendukung program pemerintah dalam pencapaian target tiga juta rumah.

Adapun untuk PMN Non Tunai diberikan kepada Badan Bank Tanah dengan nilai wajar sebesar Rp 2,95 triliun.

Misbakhun mengatakan PMN Non Tunai ini diarahkan untuk mendukung program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×