kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Prosedur perubahan pembiayaan MRT dipercepat


Rabu, 17 April 2013 / 07:26 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dadan M. Ramdan

Jakarta. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku sudah menerima laporan secara lisan dari Direktur Jenderal Keuangan Daerah tentang surat rekomendasi atas revisi komposisi investasi dalam proyek mass rapid transit (MRT). Semula, komposisi pembiayaan sebesar 58% dibebankan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 42% ditanggung pemerintah. Kini menjadi 51:49.

"Saya baru dilaporkan lisan. Nanti akan dibahas dulu seperti apa usulan dari gubernur itu," kata Gamawan, Selasa (16/4). Mendagri siap membantu prosedur perubahan pembagian beban biaya pembangunan MRT yang bersumber dari utang agar bisa selesai secepatnya.  "Sebentar kok, seminggu selesai. Kami akan kembalikan surat itu ke DKI. Nantinya, DKI bisa segera mempercepat prosesnya," jelas Gamawan.

Asal tahu saja, pengerjaan proyek MRT terganjal PP No. 30/2011, yang mengharuskan prosedur administrasi investasi MRT dilakukan dari awal lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×