kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Prediksi Juli mendatang inflasi semakin tinggi


Senin, 02 Juni 2014 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Inflasi tinggi masih berpotensi terjadi di semester pertama tahun ini akibat efek lanjutan kenaikan harga BBM pada September 2022.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Mei terjadi inflasi sebesar 0,16%. Dua bulan ke depan yaitu Juni dan Juli potensi inflasi akan semakin besar.

"Juni dan Juli itu harus diwaspadai karena ada liburan, lebaran dan musim ajaran baru. Kumpul di situ," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo usai konferensi pers BPS di Jakarta, Senin (2/6).

Karena itu, menurut Sasmito, inflasi pada bulan Juni dan Juli perlu diwaspadai, terutama pada bulan Juli yang memang akan menjadi puncak inflasi. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) pun sudah menjelaskan untuk mewaspadai bulan Juli yang akan menjadi puncak inflasi.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo bilang sebagai antisipasi, BI akan memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah yang sudah ada dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Meskipun akan tinggi, Perry menjelaskan kalau inflasinya tidak akan setinggi tahun lalu.

Asal tahu saja, inflasi Juli 2013 mencapai 3,29%. Hal ini disebabkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Juni 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×