kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Rosan: Danantara Akan Bereskan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh


Rabu, 06 Agustus 2025 / 13:52 WIB
Diperbarui Rabu, 06 Agustus 2025 / 14:04 WIB
Rosan: Danantara Akan Bereskan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
ILUSTRASI. Rosan Roeslani buka suara terkait rencana Danantara untuk masuk ke konsorsium BUMN untuk menyelesaikan persoalan utang proyek Kereta Cepat Whoosh.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani buka suara terkait rencana Danantara untuk masuk ke dalam konsorsium BUMN dalam menyelesaikan persoalan utang proyek Kereta Cepat Whoosh

Rosan memastikan bahwa keterlibatan Danantara tidak bersifat sementara, melainkan diarahkan untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

"Kalau kita melakukan suatu corporate action itu harus tuntaskan masalah ya. Jadi, bukan hanya sifatnya menunda masalah," tegas Rosan, Selasa (5/8/2025).

Namun demikian, Rosan belum merinci langkah konkret apa yang akan diambil pihaknya dalam restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Ia juga tidak memberikan kepastian apakah opsi memperpanjang tenor utang menjadi salah satu solusi yang tengah dikaji.

Baca Juga: Whoosh Layani Lebih dari 120.000 Penumpang Selama Libur Panjang 25–29 Juni 2025

"Nanti pada saatnya kita akan umumkan langkah-langkah untuk merestrukturisasi KCIC ini," tambahnya.

Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Whoosh diketahui mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) dari rencana awal sebesar US$ 6 miliar menjadi US$ 7,2 miliar. Dari total kelebihan biaya sebesar US$ 1,2 miliar, sebanyak 60% atau sekitar US$720 juta dibebankan kepada konsorsium Indonesia, dan sisanya 40% atau sekitar US$ 480 juta ditanggung oleh pihak China.

Konsorsium Indonesia tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang memegang 60% saham KCIC, operator resmi proyek kereta cepat tersebut. Adapun anggota konsorsium PSBI terdiri dari empat BUMN besar, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) (PTPN).

Keterlibatan Danantara diharapkan bisa memberikan suntikan solusi baru, baik dari sisi finansial maupun restrukturisasi korporasi, demi kelangsungan proyek strategis ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×