kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.001   8,00   0,05%
  • IDX 9.142   7,77   0,09%
  • KOMPAS100 1.259   -4,52   -0,36%
  • LQ45 889   -3,85   -0,43%
  • ISSI 334   -0,03   -0,01%
  • IDX30 455   -0,13   -0,03%
  • IDXHIDIV20 538   0,72   0,13%
  • IDX80 140   -0,59   -0,42%
  • IDXV30 149   0,42   0,28%
  • IDXQ30 146   -0,04   -0,03%

Potensi penerimaan PPN dari pajak digital bisa sampai Rp 10,4 triliun


Kamis, 02 April 2020 / 14:59 WIB
Potensi penerimaan PPN dari pajak digital bisa sampai Rp 10,4 triliun
ILUSTRASI. Pemerintah menghitung potensi penerimaan PPN dari pajak digital bisa sampai Rp 10,4 triliun.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

Prancis misalnya menarik digital service tax sebanyak 3% dari nilai transaksi, bahkan dengan model yang sama Austria mematok pajak 5%. Bahkan, Australia mematok tarid 40% dengan skema baranch profit tax atas laba perusahaan yang dialihkan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan alasan pemerintah memasukkan pasal terkait PMSE dalam Perppu lantaran tren meningkatnya transaksi. Pemerintah memandang hal tersebut terjadi dalam kondisi sosial distancing seperti saat ini.

Baca Juga: Kadin harapkan Perppu corona dapat diimplementasikan dengan cepat dan mudah

Setali tiga uang, harapannya bisa menjadi tambahan penerimaan negara tahun ini, mengingat basis penerimaan pajak penghasilan (PPh) badan diproyeksikan turun sebagai konsekuensi stimulus pemerintah.

“PMSE ada di Perppu, belakangan sangat besar terjadi transaksi elektronik dengan demikian ini akan menjadi basis pajak pemerintah melalui skema significant economic presence baik untuk subejek pajak dalam maupun luar negeri,” ujar Menkeu, kemarin (1/4).

Baca Juga: Ada pajak digital, pelanggan Netflix dan Spotify bakal kena biaya tambahan 10%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×