kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.858   33,00   0,19%
  • IDX 6.461   59,51   0,93%
  • KOMPAS100 834   4,68   0,56%
  • LQ45 634   2,21   0,35%
  • ISSI 227   4,22   1,90%
  • IDX30 355   1,11   0,31%
  • IDXHIDIV20 431   0,98   0,23%
  • IDX80 95   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,81   0,68%
  • IDXQ30 112   0,25   0,22%

Porsi SBN rupiah dominan tahun depan untuk mitigasi risiko


Senin, 16 Desember 2019 / 18:55 WIB
ILUSTRASI. Menjadikan Surat Berharga Negara (SBN) Beraroma Lokal


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Kendati porsi penerbitan SBN rupiah lebih besar, Rendy mengingatkan, kepemilikan investor asing pada surat utang domestik juga besar yaitu sekitar 38%. 

“Kalau SBN lebih banyak terbit dalam mata uang asing, maka ketika ada sedikit saja gejolak global, dampaknya akan sangat besar ke pasar keuangan dalam negeri, terutama pada nilai tukar rupiah. Ini yang dihindari pemerintah sepertinya,” kata Rendy, Senin (16/12). 

Baca Juga: Utang luar negeri Indonesia naik 11,9% yoy pada Oktober 2019

Oleh karena itu, penerbitan SBN rupiah yang lebih besar porsinya dinilai cukup tepat dan bijaksana. Meski perang dagang AS dan China yang menjadi sumber ketidakpastian terbesar mulai menunjukkan arah positif, ia menilai perubahan di pasar keuangan tahun depan masih bisa sangat cepat terjadi di tengah tren perlambatan ekonomi. 

Toh, SBN rupiah menurut Rendy masih dianggap sangat atraktif oleh para investor lantaran menawarkan tingkat imbal hasil relatif lebih tinggi ketimbang surat utang domestik negara tetangga lainnya. 

Baca Juga: Kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 1.068 triliun

“Jadi meski porsi SBN rupiah lebih besar, semestinya tidak akan mengurangi antusiasme investor dalam berburu SBN tahun depan,” sambungnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×