kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Politisi PKS: Putra Hilmi masih anak kemarin sore


Senin, 18 Februari 2013 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Promo Weekend Deals Natasha 8-10 Oktober 2021


Reporter: RR Putri Werdiningsih |

JAKARTA. Politikus PKS Refrizal menyatakan keheranannya dengan keputusan KPK mencegah putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Ridwan Hakim, keluar negeri terkait kasus dugaan korupsi daging impor. Menurutnya Ridwan masih anak kemarin sore yang belum tahu bisnis.

“Dia anak kemarin sore, kuliah baru tamat dari Inggris, cuma anak-anak, berbisnis apa belum tahulah,” kata Fefrizal saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

Ia juga membantah kalau kepergian Ridwan ke luar negeri pada 7 Februari lalu dilakukan untuk melarikan diri dari pencegahan KPK. "Bagaimana bisa dicegah kalau selama ini KPK saja belum pernah memeriksa yang bersangkutan sebagai saksi. Kita minta KPK melakukan secara adil. Ridwan Hakim tidak ada kisah kriminal,” tegasnya.

Seperti diketahui kabar dipergian Ridwan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana. Berdasarkan data imigrasi, putra petinggi PKS itu terbang ke Turki menggunakan pesawat Turkies Air TK67 pada Kamis (7/2) lalu pukul 18.49 WIB dari Bandara Soekarno Hatta. Kepergian itu hanya berselang sehari dari pencegahan yang diajukan KPK yaitu 8 Februari. Selain Ridwan, KPK juga mencegah tiga orang saksi yaitu Ahmad Zaky, Rudy Susanto, dan Jerry Roger

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×