kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Polisi menangkap tersangka teroris di Depok


Rabu, 05 September 2012 / 10:16 WIB
ILUSTRASI. Mengatur keuangan rumah tangga sangat penting selama pandemi. Salah satunya investasi melalui instrumen deposito terbaik


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Depok, Jawa Barat. Penangkapan berlangsung pada pukul 06.30 WIB di Jalan Raya Kalimulya, Perumahan Anyelir 2 Blok F2, Depok.

Timur menegaskan penangkapan merupakan hasil pengembangan kasus terorisme di Solo, Jawa Tengah, yang terjadi akhir-akhir ini. "Betul, tadi pagi kurang lebih pukul 06.30. Sekaligus berhasil ditangkap tersangka F yang juga bagian dari dinamika di Solo," katanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (5/9).

Polisi masih memeriksa dan mengumpulkan bukti-bukti tentang keterlibatan F. "Semua berkaitan dengan yang di Solo. Dari tiga kejadian mulai dari yang ada di pos pengamanan lebaran termasuk yang korban meninggal dunia di salah satu pos polisi di Solo," katanya.

Dalam penangkapan teroris di Solo, dua teroris ditembak mati dan satunya dapat ditangkap hidup-hidup. Berdasarkan keterangan teroris yang masih hidup ini, baru mengarah ke seseorang yang berinisial F ini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Arsyad Mbai sempat menyatakan teroris-teroris itu sebenarnya mengincar tiga kota, yakni Jakarta, Solo, dan Poso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×