kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.980   67,00   0,37%
  • IDX 5.716   73,01   1,29%
  • KOMPAS100 739   11,51   1,58%
  • LQ45 560   6,77   1,22%
  • ISSI 199   2,31   1,18%
  • IDX30 317   3,07   0,98%
  • IDXHIDIV20 391   1,23   0,32%
  • IDX80 84   1,13   1,36%
  • IDXV30 107   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 102   0,62   0,61%

PHRI minta pemerintah juga perbaiki lokasi wisata


Rabu, 24 Juni 2015 / 20:19 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Rencana pemerintah meningkatkan promosi pariwisata disambut baik pengusaha perhotelan dalam negeri. Namun mereka menilai promosi saja belum cukup.

Pemerintah juga perlu mempersiapkan layanan dan kualitas jasa dari destinasi unggulan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani bilang, jika destinasi unggulan kualitasnya tidak ditingkatkan akan percuma.

Ia mencontohkan objek wisata Danau Toba di Sumatera Utara. "Itu kan ikonnya Sumut, tapi belum direhab. Selama ini malah terjadi penurunan fasilitas dan kunjungan," ujar Haryadi, Rabu (24/6) di Istana Negara, Jakarta.

Danau toba menurutnya dalam kondisi yang tidak terawat dan kotor. Oleh karenanya, sebelum gencar promosi maka fasilitas dari masing-masing objek wisata harus ditingkatkan. Perbaikan fasilitas atau rehabilitasi dianggapnya lebih cepat menggenjot kunjungan wisatawan. Dibanding menunggu pemerintah selesai mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

Selain itu, Ia mengingatkan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur, khususnya sarana transportasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×